Sikap diam Kasat Reskrim Polres Madina AKP Tri Boy Alvin Siahaan terkait kasus kebakaran mobil di SPBU Saba Purba dinilai mengabaikan komitmen keterbukaan informasi publik yang baru saja disepakati Kapolres Madina dan PWI.
Panyabungan, StartNews – Komitmen keterbukaan informasi yang baru saja digaungkan Kapolres Mandailing Natal (Madina) AKBP Bagus Priandy kini diuji oleh sikap tertutup bawahannya sendiri. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Madina AKP Tri Boy Alvin Siahaan enggan memberikan informasi mengenai perkembangan penyelidikan insiden terbakarnya mobil minibus Isuzu Carry di SPBU Desa Purba Baru, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Madina.
Sikap diam pihak Satuan Reskrim ini memicu sorotan, karena dinilai tidak selaras dengan kebijakan Kapolres Madina di tingkat operasional. Padahal, pada Jumat (19/6/2026) lalu, AKBP Bagus Priandy kunjungan silaturahmi ke Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Madina untuk menyepakati pentingnya komunikasi yang sehat demi menyajikan informasi yang akurat dan berimbang kepada publik.
“Media memiliki peran strategis sebagai mitra Polri dalam menyampaikan informasi, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara institusi kepolisian dan publik,” ujar AKBP Bagus Priandy dalam pertemuan bersama pengurus PWI tersebut.
Namun, semangat transparansi itu mendadak buntu di tangan penyidik. Upaya konfirmasi tertulis yang dilayangkan gabungan empat media massa melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (20/6/2026) sama sekali tidak mendapatkan respons dari AKP Tri Boy Alvin Siahaan.
Awak media sejatinya mengajukan lima poin pertanyaan, mulai dari perkembangan hasil penyelidikan, identitas pemilik mobil, agenda pemeriksaan manajemen SPBU, hingga pendalaman terkait dugaan praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Kasus ini bermula dari terbakarnya satu unit minibus di area SPBU Saba Purba yang diduga berkaitan dengan aktivitas ilegal. Satuan Reskrim Polres Madina telah melakukan olah data awal di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Pada Selasa (9/6/2026) lalu, AKP Tri Boy juga sempat memberikan keterangan singkat sebelum akhirnya menutup informasi. “Masih kita dalami terhadap saksi-saksi di sekitar TKP,” ungkap Tri Boy saat itu.
Hingga berita ini ditayangkan, kejelasan mengenai penyebab kebakaran serta dugaan adanya mafia penimbunan BBM di balik insiden tersebut masih menjadi tanda tanya bagi masyarakat Madina.
Reporter: Sir





Discussion about this post