Petugas Pos Pengamatan mengingatkan potensi bahaya semburan lumpur dan gas beracun yang mengintai di kawah-kawah sekunder Gunung Sorikmarapi.
Panyabungan, StartNews – Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sorikmarapi mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak hanya menjauhi radius aman kawah utama, melainkan juga mewaspadai potensi bahaya dari kawah-kawah sekunder yang berada di sekitar kaki Gunung Sorikmarapi.
Ancaman berupa semburan lumpur dan gas beracun yang dapat terjadi secara tiba-tiba di kawah-kawah aktif tersebut menjadi fokus perhatian dalam rilis pengamatan terbaru.
Berdasarkan hasil visual terkini, puncak Gunung Sorikmarapi di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dilaporkan berada dalam kondisi fluktuatif dengan visual yang kadang terlihat jelas hingga tertutup kabut level 0-III.
Pada kawah utama, teramati asap berwarna putih dengan intensitas tipis yang membubung setinggi 25 meter dari atas puncak. Kondisi cuaca di sekitar area gunung dilaporkan berubah-ubah dari cerah hingga turun hujan, disertai embusan angin lemah yang mengarah ke timur laut, barat, dan barat laut dengan suhu udara berkisar 19 hingga 25 derajat Celsius.
Secara grafis dan data kegempaan, instrumen pos pengamatan merekam adanya aktivitas di dalam perut bumi yang bervariasi. Tercatat sebanyak 3 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 5-9 mm, S-P 0.9-1.1 detik, serta durasi gempa berkisar antara 2 hingga 7 detik.
Selain itu, terekam pula adanya tiga kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo berkisar pada 11-43 mm, S-P 14-65 detik, dengan lama gempa mencapai 46-84 detik.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Sorikmarapi menegaskan area di luar kawah utama juga berisiko tinggi yang sering diabaikan warga maupun pengunjung.
“Masyarakat dan pengunjung atau wisatawan dilarang memasuki kawah Sibangor Tonga, kawah Sibangor Julu, dan kawah-kawah lainnya yang terdapat di sekitar Gunung Sorikmarapi. Ini penting dipatuhi untuk menghindari potensi bahaya dari semburan lumpur dan atau gas beracun yang dapat terjadi secara tiba-tiba,” ujarnya.
Reporter: Sir





Discussion about this post