Video viral bocah 10 tahun diseret pria di Sibolga kini ditangani polisi. Terungkap pemicunya adalah lemparan kerikil. Simak perkembangan penyelidikannya di sini.
Sibolga, StartNews — Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak laki-laki berusia 10 tahun diseret paksa oleh pria dewasa di Kelurahan Aek Manis, Kota Sibolga, Sumatera Utara, viral di media sosial. Peristiwa ini diduga dipicu emosi pelaku setelah rumahnya terkena lemparan kerikil saat korban bersama teman-temannya bermain di sekitar lokasi kejadian.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pria mengejar sekelompok anak-anak. Salah satu anak kemudian ditangkap dan diseret sejauh kurang lebih 20 meter.
Aksi tersebut menuai kecaman warganet dan mendorong aparat kepolisian turun tangan. Polres Sibolga memastikan telah menerima laporan dari pihak keluarga korban dan langsung melakukan penyelidikan.
Kanit PPA Sat Reskrim Polres Sibolga, Brigadir Polisi Tiarasi Malau, membenarkan kejadian dalam video tersebut dan menyatakan proses hukum tengah berjalan.
“Terkait video yang sudah viral, benar sudah masuk laporan ke Polres Sibolga dan saat ini sedang dalam proses penyelidikan,” ujar Tiarasi Malau, Rabu (29/4/2026).
Ia menjelaskan, penyidik telah memeriksa sejumlah pihak, termasuk pelapor yang merupakan ayah korban, korban, serta saksi-saksi. Selain itu, korban juga telah menjalani visum et repertum di rumah sakit.
“Saat ini penyelidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap pelapor, korban, dan saksi. Korban juga sudah dilakukan visum di Rumah Sakit Ferdinand Lumban Tobing, Sibolga,” katanya.
Menurut dia, pemeriksaan terhadap terlapor juga telah dilakukan. Penyidik selanjutnya akan menggelar perkara untuk menentukan peningkatan status kasus ke tahap penyidikan.
“Kami juga sedang memeriksa terlapor dan selanjutnya akan dilakukan gelar perkara untuk meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan,” tambahnya.
Polisi juga berencana menghadirkan psikolog guna memberikan pendampingan kepada korban yang masih di bawah umur.
“Kami sudah menjadwalkan psikolog untuk memberikan konseling terhadap korban,” ucapnya.
Tiarasi menyebut, insiden bermula saat korban dan teman-temannya bermain di sekitar rumah pelaku. Mereka sempat melempar kerikil kecil yang mengenai rumah tersebut.
“Awalnya korban dan temannya bermain di sekitar rumah terlapor dan melakukan pelemparan kerikil kecil hingga mengenai rumah. Saat itu kondisi orang tua terlapor sedang sakit, sehingga memicu emosi dan terjadilah peristiwa tersebut,” tuturnya.
Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
Reporter: Sir





Discussion about this post