Suasana haru menyelimuti pelepasan jamaah haji Kloter 6 Madina. Diiringi lantunan azan dan doa, isak tangis keluarga pecah melepas keberangkatan menuju Tanah Suci.
Panyabungan, StartNews – Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti prosesi pelepasan jamaah haji asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang tergabung dalam Kloter 6, Minggu (26/4/2026). Lantunan azan yang menggema dari Masjid Agung Nur Ala Nur, Panyabungan, menjadi penanda dimulainya perjalanan suci para jamaah menuju Tanah Suci.
Bupati Madina H. Saipullah Nasution melepas keberangkatan jamaah haji menuju Asrama Haji Kota Medan, Suamtera Utara (Sumut).
Sejak azan dikumandangkan, ribuan masyarakat yang telah memadati lokasi tampak larut dalam suasana. Dengan wajah penuh harap, mereka menengadahkan tangan, memanjatkan doa agar para jamaah diberikan keselamatan, kesehatan, serta kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.
Momen sakral ini semakin menggetarkan hati ketika isak tangis mulai terdengar di berbagai sudut. Keluarga yang melepas tak kuasa menahan haru. Pelukan erat antara orang tua dan anak, suami dan istri, hingga sanak saudara menjadi pemandangan yang begitu menyentuh.
Lambaian tangan terus mengiringi langkah para jamaah yang berjalan menuju kendaraan. Beberapa di antaranya bahkan tampak tak henti menoleh ke belakang, membalas lambaian keluarga yang ditinggalkan.
Air mata mengalir, bukan hanya karena perpisahan, tetapi juga karena rasa syukur dan harapan besar yang disematkan dalam perjalanan ibadah ini.
Di tengah suasana tersebut, doa-doa terus dipanjatkan. Masyarakat berharap agar seluruh jamaah haji asal Madina dapat menunaikan ibadah dengan lancar, dijauhkan dari segala rintangan, serta kembali ke kampung halaman dalam keadaan sehat dengan predikat haji yang mabrur.
Tangis haru semakin pecah saat satu per satu jamaah mulai menaiki bus yang telah disiapkan. Suara azan yang masih terngiang berpadu dengan lantunan doa dan ucapan perpisahan, menciptakan suasana yang begitu emosional dan tak terlupakan.
Bagi masyarakat Madina, momen pelepasan jamaah haji bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah tradisi penuh makna, simbol kebersamaan, serta wujud dukungan dan cinta kepada para tamu Allah yang akan menunaikan rukun Islam kelima.
Keberangkatan ini menjadi awal dari perjalanan spiritual panjang yang sarat makna. Diiringi azan, doa, serta air mata, para jamaah melangkah dengan harapan besar, membawa amanah keluarga dan masyarakat, untuk kembali dengan selamat dan meraih haji yang mabrur.
Reporter: Fadli Mustafid




Discussion about this post