• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, April 26, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Kisah Calon Haji Termuda dari Madina yang Membawa Rindu Ayah dan Kecemasan Masa Depan

by Redaksi
Minggu, 26 April 2026
0 0
0
Kisah Calon Haji Termuda dari Madina yang Membawa Rindu Ayah dan Kecemasan Masa Depan

Muhammad Yunus (17), jamaah haji termuda asal Madina, berangkat ke Tanah Suci menggantikan almarhum ayahnya. (FOTO: STARTNEWS/FADLI MUSTAFID)

ADVERTISEMENT

Muhammad Yunus (17), jamaah haji termuda asal Madina, berangkat ke Tanah Suci menggantikan almarhum ayahnya. Simak kisah haru dan perjuangannya menatap masa depan.

Panyabungan, StartNews – Muhammad Yunus berdiri tegak di antara ratusan jamaah calon haji asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang bersiap bertolak menuju Medan pada Minggu, 26 April 2026. Di usianya yang baru menginjak 17 tahun, remaja asal Kecamatan Siabu ini menyandang status sebagai jamaah termuda dalam Kelompok Terbang (Kloter) 6.

Namun, di balik seragam batik haji yang dia kenakan, tersimpan sebuah amanah besar yang dia pikul di pundak mudanya. Sebuah perjalanan untuk menggenapi impian sang ayah yang telah tiada.

Keberangkatan Yunus bukan sekadar perjalanan spiritual biasa, melainkan sebuah misi pengganti. Dia melangkah menuju Baitullah bukan atas nama ambisi pribadi, melainkan untuk menunaikan kerinduan laki-laki yang paling dia cintai.

Didampingi sang ibu, Yusna, Yunus membawa serta doa-doa yang sempat tertunda akibat garis takdir yang memisahkan ayahnya dari dunia ini sebelum sempat melihat kakinya menginjakkan kaki di Tanah Haram.

“Ini pertama kali saya berangkat. Persiapannya sudah cukup, sudah ikut manasik juga. Saya menggantikan ayah,” ungkap Yunus dengan nada suara yang tenang tetapi sarat makna.

Dia telah menyiapkan diri secara fisik dan mental melalui rangkaian manasik, mencoba memahami setiap rukun ibadah yang kelak akan dia jalankan di bawah terik matahari Mekkah dan Madinah.

Meski rasa syukur meluap karena mendapat panggilan Allah di usia remaja, Yunus tidak menepis adanya kegelisahan yang membayangi pikirannya. Sebagai anak tunggal yang baru saja menyelesaikan pendidikan menengah, dia memikirkan bagaimana roda kehidupannya akan berputar sekembalinya dari Arab Saudi.

Status sebagai haji muda memberikan kebanggaan, tetapi realitas hidup sebagai yatim yang harus memikirkan kelanjutan pendidikan tetap menjadi beban pikiran yang nyata.

“Senang bisa berangkat di usia muda, tapi ada juga yang dipikirkan,” akunya jujur.

Dia mencemaskan biaya kuliah dan bagaimana dia bisa mendapatkan pekerjaan yang layak untuk menopang kehidupannya bersama sang ibu pada masa depan.

Di Tanah Suci nanti, Yunus berencana mengetuk pintu langit dengan doa khusus, berharap agar jalannya meniti masa depan dipermudah dan dia mampu menjadi tulang punggung keluarga yang tangguh.

Di sisi lain, sang ibu, Yusna, tak kuasa menahan haru melihat putra tunggalnya berdiri di posisi yang seharusnya ditempati suaminya. Perjalanan menuju keberangkatan ini adalah buah kesabaran panjang selama tiga belas tahun.

Mereka telah mulai menyisihkan tabungan sedikit demi sedikit sejak tahun 2013, melewati masa tunggu yang melelahkan hingga akhirnya panggilan suci itu datang di saat yang tak terduga.

“Terharu, bahagia, semuanya bercampur. Kami sudah menabung sejak 2013, dan sekarang dipanggil. Semoga semua ibadah bisa kami jalankan, dan saya ingin mendoakan suami serta orang tua di sana,” tutur Yusna dengan suara bergetar menahan tangis bahagia.

Bagi Yunus, perjalanan ini pembuktian bakti seorang anak. Dia berjanji tidak akan sedetik pun melupakan ayahnya dalam setiap sujud di depan Ka’bah. Dia berharap keberangkatannya ini menjadi wasilah agar sang ayah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, sembari dia sendiri mencari kekuatan spiritual untuk menghadapi tantangan hidup sekembalinya ke Tanah Air nanti.

Reporter: Fadli Mustafid

Tags: Calon HajiKecemasanmadinaMasa DepanRindu AyahTermuda
ShareTweet
Next Post
Ribuan Warga Madina Lepas 342 Jamaah Haji dari Masjid Agung Nur Ala Nur Panyabungan

Ribuan Warga Madina Lepas 342 Jamaah Haji dari Masjid Agung Nur Ala Nur Panyabungan

Discussion about this post

Recommended

Calhaj Kloter 21 dan 22 Asal Madina Tiba di Asrama Haji Medan

Calhaj Kloter 21 dan 22 Asal Madina Tiba di Asrama Haji Medan

2 tahun ago
Muscab Digelar 5 Desember, Muncul Tiga Nama Calon Ketua KWRI Madina

Muscab Digelar 5 Desember, Muncul Tiga Nama Calon Ketua KWRI Madina

4 tahun ago

Popular News

  • DPW PKB Sumut Usulkan 130 Nama Calon Ketua DPC ke Pusat, Madina Kirim Enam Kandidat

    DPW PKB Sumut Usulkan 130 Nama Calon Ketua DPC ke Pusat, Madina Kirim Enam Kandidat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Protes Jalan Rusak di Pantai Barat Viral, Netizen Pertanyakan Aliran Pajak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Calon Haji Termuda dari Madina yang Membawa Rindu Ayah dan Kecemasan Masa Depan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Nama-nama Petugas Haji Kloter 6 Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pletan Berupaya Mengisi 45 Persen Ceruk Pasar Ikan Lele di Bali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025