Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution memantau fluktuasi harga sembako di Pasar Laru menjelang Idulfitri 1447 H. Simak temuan kenaikan harga cabai hingga fenomena kelangkaan ikan asin akibat dampak bencana melalui aksi belanja langsung sang pemimpin.
Tambangan, StartNews – Riuh rendah suasana Pasar Laru di Kecamatan Tambangan pada Rabu pagi (11/3/2026) mendadak terasa sedikit berbeda. Di antara tumpukan cabai merah yang menyala dan aroma rempah yang khas, tampak sosok Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution bergerak luwes menyusuri lorong-lorong pasar tradisional tersebut.
Kehadirannya bukan sekadar kunjungan kerja seremonial di balik meja, melainkan aksi nyata menyelami kondisi dapur masyarakat dengan cara berbelanja langsung. Sambil menenteng beberapa kantong belanjaan, Atika tidak membiarkan momen itu berlalu tanpa dialog. Di sela-sela transaksi, dia tampak intens berbincang dengan para pedagang mengenai fluktuasi harga bahan pokok menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Didampingi sejumlah pejabat teras seperti Asisten Ekonomi dan Pembangunan Afrizal Nasution hingga Kadis Kominfo Rahmat Hidayatt Dalimunthe, Atika mencatat setiap keluh-kesah dan dinamika harga yang terjadi di lapangan sebagai bentuk pelaksanaan instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga stabilitas pangan.
Dari balik kerudung motifnya yang anggun, Atika mengamati dengan saksama kenaikan harga yang mulai merayap naik. Dia menemukan adanya pergerakan harga pada komoditas cabai dan bawang yang mulai membebani kantong pembeli. Namun, dia tetap bersikap optimistis kondisi ini masih dalam koridor hukum ekonomi yang wajar, dimana tingginya permintaan pasar menjelang hari besar sering tidak sebanding dengan ketersediaan suplai di lapangan.

“Ada fluktuasi harga, terutama di komoditas cabai, ada kenaikan sekitar Rp2.000 hari ini dibanding minggu lalu. Begitu juga bawang. Bawang merah mulai ada kenaikan. Tomat tetap Rp10.000. Ayam juga mulai melonjak harganya,” kata Atika Azmi di tengah hiruk pikuk pasar.
Bagi Atika, data-data kecil ini indikator besar bagi pemerintah daerah untuk menentukan kapan intervensi pasar harus dilakukan agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Menariknya, dalam pantauan kali ini, Atika menemukan anomali pada harga ikan asin yang melonjak signifikan. Dia menganalisis hal ini merupakan imbas jangka panjang dari rentetan bencana alam yang melanda pada akhir tahun lalu hingga awal tahun ini.
Kondisi tersebut memaksa adanya pergeseran pola kerja di tingkat nelayan yang kini lebih memilih menjaga keamanan keluarga atau beralih profesi untuk sementara waktu guna menghindari risiko bencana susulan.
Ketajaman analisis sang Wakil Bupati menunjukkan urusan pasar bukan sekadar soal angka, melainkan soal keberlangsungan hidup masyarakat bawah. Dia menegaskan hasil blusukan ini akan menjadi bahan pertimbangan utama bagi Pemerintah Kabupaten Madina dalam menyusun langkah strategis kedepan.
Fokus utama pemerintah memastikan kenaikan harga yang terjadi tidak sampai mencekik ekonomi warga, terutama bagi mereka yang sedang bersiap menyambut hari kemenangan.
“Ini menjadi PR pemerintah daerah agar harganya kalaupun naik masih dalam batas keterjangkauan,” tegas Atika Azmi sebelum mengakhiri kegiatannya untuk melanjutkan agenda penyantunan anak yatim di Kelurahan Pasar Laru.
Melalui langkah kecil di pasar tradisional ini, Atika menunjukkan kepemimpinan yang peka adalah kepemimpinan yang bersedia turun, berdialog, dan merasakan langsung denyut ekonomi rakyatnya.
Reporter: Sir





Discussion about this post