Medan, StartNews – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) membenahi infrastruktur jalan provinsi sepanjang 44,95 kilometer di berbagai wilayah telah menjalani peningkatan struktur dan ditargetkan segera diresmikan dalam waktu dekat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang) Sumut Dikky Anugrah menyatakan proyek ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur Sumut Bobby Nasution melalui skema Pembangunan Infrastruktur Terintegrasi (Instansi).
“Sepanjang 44,9 kilometer jalan provinsi telah selesai dibenahi, termasuk Jembatan Idano Noyo di Nias Barat. Kami menargetkan bulan ini atau bulan depan sudah diresmikan,” ujar Dikky di Medan, Kamis (22/1/2026).
Pembenahan infrastruktur ini mencakup sejumlah titik strategis di Kepulauan Nias, Toba, hingga Serdang Bedagai. Beberapa ruas jalan yang telah rampung ditingkatkan antara lain di Kepulauan Nias meliputi Hilimbuasi–Mandrehe, Dola–Duria, Lolowua–Dola, Afia–Tuhemberua, Gunungsitoli–Afia, dan Miga–Lolowua.
Di Kabupaten Toba meliputi Silimbat–Parsoburan. Di Kabupaten Humbang Hasundutan meliputi Onan Ganjang–Pakkat. Di Kabupaten Serdang Bedagai dan Deli Serdang meliputi Perbaungan–Pantai Cermin, Simpang Belidahan–Dolok Masihul, Tanjung Beringin–Bandar Khalifah, dan Simpang Beringin–Tandem Hilir.
Selain jalan, Pemprov Sumut juga merehabilitasi jembatan penting seperti Jembatan Aek Batang Angkola di Tapanuli Selatan dan Jembatan Aek Pardomuan di Tapanuli Utara. Di Kota Gunungsitoli, pembangunan box culvert juga dilakukan untuk mencegah banjir yang kerap merusak badan jalan.
Dikky menjelaskan, masifnya perbaikan ini bertujuan memperkuat konektivitas antar-wilayah serta memperlancar arus distribusi logistik.
Tak hanya sektor transportasi, sektor pertanian juga menjadi sasaran lewat rehabilitasi jaringan irigasi. Di antaranya perbaikan saluran sepanjang 420 meter di daerah irigasi Pekan Kamis, Serdang Bedagai, serta perbaikan jaringan irigasi di Bah Kora II/Negeri Bosar, Simalungun.
“Rehabilitasi irigasi ini mencakup perbaikan saluran dan pembangunan terjunan sepanjang 100 meter untuk memastikan distribusi air ke lahan pertanian masyarakat lebih optimal,” tutur Dikky.
Reporter: Sir





Discussion about this post