Tapsel, StartNews – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel) memberlakukan sistem transaksi nontunai dalam pengelolaan dana desa. Melalui sistem Cash Management System (CMS), seluruh operasional desa, termasuk penggajian, tidak lagi secara tunai, melainkan melalui transfer antar-rekening.
Kebijakan ini ditegaskan oleh Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu saat membuka sosialisasi penerapan CMS Transaksi Non-Tunai di Aula Sarasi, Kantor Bupati Tapsel, Sipirok, Kamis (22/1/2026). Kegiatan ini diikuti pengelola keuangan dari 212 desa se-Kabupaten Tapsel.
“Dari bendahara desa ke setiap penerima anggaran, tidak ada lagi penyerahan uang tunai. Semuanya harus melalui bank atau ATM,” kata Gus Irawan.
Dia mengatakan penerapan sistem digital merupakan keniscayaan untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi laporan keuangan secara real-time. Menurut dia, sistem ini menutup ruang bagi praktik penyimpangan anggaran.
“Jika pengelolaan keuangan sudah transparan, tidak ada yang perlu ditakuti karena tidak ada lagi ruang untuk ‘main-main’,” tambahnya.
Selain aspek keamanan, penggunaan CMS diyakini mampu menghemat waktu aparatur desa dalam menyusun laporan keuangan manual. Bupati berharap dengan sistem yang lebih efektif, dana desa dapat maksimal memutar roda ekonomi di tingkat desa dan mendukung pertumbuhan UMKM.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Tapsel Muhammad Yusuf mengatakan Tapsel menjadi daerah kedua di Sumatera Utara yang menerapkan sistem ini setelah Kabupaten Humbang Hasundutan.
“Langkah ini adalah tindak lanjut kebijakan nasional untuk meminimalkan risiko hukum dan mengurangi potensi kecurangan dalam penatausahaan keuangan desa,” ujar Yusuf.
Penerapan sistem ini didukung Bank Sumut. Pimpinan Bidang Pemerintahan dan Divisi Jasa Bank Sumut Dody Nurman Syahputra mengapresiasi komitmen Pemkab Tapsel dalam digitalisasi daerah.
Sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber teknis dari Bank Sumut, yakni Elida Dian Novita dan Muhammad Ikbal Harahap, guna memberikan pemahaman mendalam kepada para bendahara desa mengenai pengoperasian aplikasi CMS.
Reporter: Lily Lubis





Discussion about this post