Medan, StartNews – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) berupaya meningkatkan kualitas Program Berobat Gratis (PROBIS) pada 2026. Sebagai salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution, PROBIS kini fokus pada penyempurnaan layanan dan optimalisasi digitalisasi melalui penyediaan layanan pengaduan masyarakat yang dapat diakses selama 24 jam.
Kepala Bappelitbang Sumut Dikky Anugrah menjelaskan, tahun 2026 menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus memperbaiki berbagai kendala teknis yang muncul sejak program ini diluncurkan pada 2025. Salah satu langkah konkretnya adalah merespons keluhan terkait cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC).
“Kami melakukan optimalisasi digitalisasi agar masyarakat dapat menyampaikan aduan kapan saja selama 24 jam. Ini bagian dari upaya kami menyempurnakan program yang manfaatnya sudah dirasakan sejak tahun lalu,” ujar Dikky dalam acara temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (21/1/2026).
Melalui PROBIS, masyarakat Sumatera Utara dapat mengakses layanan kesehatan secara gratis hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Hingga saat ini, Sumut telah mencapai status UHC Prioritas dengan tingkat kepesertaan mencapai 100 persen dan rasio keaktifan peserta sebesar 98,6 persen.
Pemprov Sumut juga menjalin kerja sama dengan 172 rumah sakit, 619 Puskesmas, dan 510 klinik untuk menjamin layanan bagi 15,3 juta penduduk.
Menanggapi isu penolakan pasien yang sempat viral, Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut Hamid Rijal menegaskan, pihaknya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) mutu pelayanan. Tim khusus telah diterjunkan untuk mengklarifikasi dan menguji SOP di rumah sakit yang bersangkutan.
“Kami sudah melakukan pengecekan langsung ke rumah sakit terkait untuk mengambil kesimpulan dan rekomendasi tegas. Rumah sakit mitra yang tidak memenuhi standar layanan dipastikan akan dievaluasi,” tutur Hamid.
Reporter: Sir





Discussion about this post