• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, September 26, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Bupati Tapsel Perjuangkan Sertifikasi Lahan Masyarakat

by Saparuddin Siregar
Kamis, 9 Oktober 2025
0 0
0
Bupati Tapsel Perjuangkan Sertifikasi Lahan Masyarakat

FOTO: ISTIMEWA.

ADVERTISEMENT

Tapsel, StartNews – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel) melalui Dinas Pertanian mendorong penguatan program pangan berkelanjutan di tengah keterbatasan lahan pertanian, khususnya di wilayah eks konsesi PT Toba Pulp Lestari (TPL). Langkah itu ditandai dengan kegiatan tanam perdana bibit kentang di Desa Sialaman, Kecamatan Sipirok, Selasa (7/10/2025).

Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu terlibat langsung dalam kegiatan tersebut bersama jajaran pemerintah kecamatan, kepala desa, dan kelompok tani setempat. Sebelumnya, pemerintah daerah juga telah menyalurkan bantuan indukan ikan mas di wilayah yang sama sebagai bagian dari program ketahanan pangan daerah.

“Saya ingin ikut langsung dalam penanaman ini. Sebelumnya kita juga sudah menyalurkan indukan ikan mas, bukan hanya bibit, bersama Pak Camat, Pak Kades, dan Kepala Dinas Perikanan,” ujar Gus Irawan.

Menurut dia, penanaman bibit kentang ini menjadi langkah awal menuju kemandirian pangan masyarakat desa. Dia memperkirakan panen perdana akan berlangsung dalam waktu sekitar 30 hari ke depan.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Irawan menyinggung perjuangan pemerintah daerah memperjuangkan hak masyarakat atas lahan yang masih berada dalam kawasan konsesi PT Toba Pulp Lestari. Sebagian lahan itu, kata dia, sebenarnya telah berubah status dari hutan produksi menjadi Area Penggunaan Lain (APL).

Namun, meski secara administratif sudah keluar dari kawasan hutan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) disebut masih enggan memproses sertifikasi lahan warga di area tersebut.

“Ini sedang kami perjuangkan. Sudah ada yang berubah status menjadi APL, tapi karena masih berada di dalam konsesi TPL, BPN tidak mau melayani. Padahal masyarakat butuh kepastian hukum agar bisa bertransaksi dan meningkatkan kesejahteraannya,” kata Gus Irawan.

Program penanaman kentang ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Tapsel memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung pemenuhan gizi nasional. Pemerintah daerah menggandeng berbagai pihak, mulai dari dinas terkait hingga kelompok tani di tingkat desa.

“Kita ingin masyarakat tidak hanya menanam, tapi juga menikmati manfaat ekonomi dari hasil panennya,” ujar Gus Irawan.

Camat Sipirok Sahruddin Perwira menyambut positif program tersebut. Dia menilai penanaman kentang relevan dengan kebutuhan pangan lokal dan upaya peningkatan gizi masyarakat, terutama anak-anak sekolah di wilayahnya.

“Program ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kentang akan mendukung ketersediaan pangan, termasuk untuk kebutuhan gizi anak-anak di Sipirok. Setiap dapur umum akan menyiapkan makanan pokok untuk 3.000 hingga 4.000 siswa,” ujarnya.

Sementara Plt. Kepala Dinas Pertanian Tapsel Muhammad Taufik Batubara menjelaskan lokasi tanam berada pada ketinggian 900–1.000 meter di atas permukaan laut. Karena itu, pihaknya memilih varietas kentang unggul Nadia Gelora 02 yang dinilai paling sesuai dengan kondisi geografis daerah tersebut.

“Langkah berikutnya adalah memastikan pelaksanaan berjalan optimal agar hasil panen dapat mendukung program ketahanan pangan daerah,” ujar Taufik.

Kegiatan tanam perdana kentang dihadiri, Sekretaris Daerah Sofyan Adil, Kadis Ketahanan Pangan, Kaban PKPAD, Kades Sialaman, Ketua Poktan Naduma Raptama dan anggota.

Reporter: Lily Lubis

Tags: Bupati TapselLahanmasyarakatPerjuangkanSertifikasi
ShareTweet
Next Post
Anggarkan Bantuan Rp3,5 Miliar, BPBD Sumut Siagakan Daerah Hadapi Musim Hujan

Anggarkan Bantuan Rp3,5 Miliar, BPBD Sumut Siagakan Daerah Hadapi Musim Hujan

Discussion about this post

Recommended

Ini Capaian Program Pembangunan 100 Hari Kerja Pemerintahan Saipullah-Atika

Pemkab Madina Bentuk BUMD Holding Guna Mendukung Kemandirian Fiskal

1 tahun ago
Mantan Kabag Tapem Pemkab Madina Divonis Bebas dalam Kasus LKPj

Mantan Kabag Tapem Pemkab Madina Divonis Bebas dalam Kasus LKPj

4 minggu ago

Popular News

  • Berpapasan Jarak 20 Meter dengan Harimau, TNBG Amankan Warga dan Satwa

    Berpapasan Jarak 20 Meter dengan Harimau, TNBG Amankan Warga dan Satwa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polri Pangkas Birokrasi SKCK, Bebas Pungli, dan Cetak Mandiri Mulai 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Tapsel Lantik 38 Kepala Sekolah, Ini Daftarnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026