• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, Maret 3, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Ironi, Kebutuhan Beras Madina Dipasok dari Lampung dan Bengkulu

by Redaksi
Jumat, 10 Februari 2023
0 0
0
Ironi, Kebutuhan Beras Madina Dipasok dari Lampung dan Bengkulu

Para kuli angkut membongkar muatan beras di salah satu agen beras di Kotanopan. Belasan ton beras ini dipasok dari Lampung dan Bengkulu. (FOTO: STARTNEWS/LOKOT HUSDA LUBIS)

ADVERTISEMENT

Kotanopan, StartNews Sebuah ironi terjadi di Kabupaten Mandiling Natal (Madina), Sumatera Utara. Areal pertanian yang luas di kabupaten ini bukan jaminan ketersediaan beras di wilayah ini. Buktinya, sebagian kebutuhan beras di kabupaten yang tanahnya subur ini ternyata dipasok dari luar Provinsi Sumut seperti Lampung dan Bengkulu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai pedagang di Kecamatan Kotanopan dan Kecamatan Panyabungan pada Jumat (10/2/2023) mengakui pasokan beras dari luar daerah ini masih terus berlangsung hingga Februari 2023. Tidak tanggung-tanggung, pasokan beras itu bisa mencapai 70 hingga 80 ton per pekan.

Suplai beras dari luar daerah ini disebabkan keberadaan gabah kering di pasaran Madina sangat terbatas. Kondisi ini dipicu berkurangnya hasil panen petani di beberapa wilayah Madina yang dilanda musim penghujan. Selain itu, banyak petani yang mengalihkan lahan pertaniannya untuk berkebun jagung.

Begitu juga musim panen di sebagian wilayah Madina saat ini, terutama di daerah Mandailing Julu. Kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok beras tidak tercukupi akibat berkurangnya hasil panen padi.

Para petani berhenti bercocok tanam padi lantaran saluran irigasi yang seharusnya mengairi sawah mereka sudah lama dibiarkan tersumbat. Belum lama musim hujan yang kerap menyebabkan banjir membuat sawah petani gagal panen.

Besarnya pasokan beras dari luar daerah membuat harga beras di Madina terus mendaki. Harga gabah kering pun makin mahal dan saat ini mencapai Rp6.200 per kilogram. Ironisnya, kendati harga gabah kering tergolong mahal, tetapi para petani enggan menjual padinya karena pendapatannya hanya cukup untuk kebutuhan makan keluarga selama satu musim.

Ucok Manambin, pedagang beras di Kotanopan, mengatakan suplai beras dari luar daerah sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Ucok memesan beras ke Lampung dan Bengkulu hingga 20 ton per pekan.

Bukan saya saja yang memesan beras dari Lampung dan Bengkulu. Banyak juga agen beras di Panyabungan dan Muarasipongi yang memesan dari provinsi itu. Kalau dihitung-hitung, jumlah beras yang didatangkan dari Lampung dan Bengkulu sekitar 70 sampai 80 ton per minggu, ujar Ucok Manambin.

Pasokan beras dari Lampung dan Bengkulu itu diakui Irsan, sopir truk membongkar muatan beras di Kotanopan.

Irsan mengaku jumlah beras dari Lampung dan Bengkulu yang dia bawa tergantung pesanan, terkadang satu atau dua trip dalam sepekan. Dalam satu trip truknya membawa 10 hingga 11 ton beras dari Lampung dan Bengkulu.

Suplai beras dari luar daerah ini semestinya menjadi perhatian bagi pemerintah daerah. Pasalnya, secara geografis areal persawahan di Madina terhampar luas. Namun, realitasnya produksi beras di kabupaten justru berbanding terbalik dengan kebutuhan masyarakat Madina.

Reporter: Lokot Husda Lubis

Tags: BengkuluDinas PertanianIroniKebutuhan BerasLampungmadinapemkab madina
ShareTweet
Next Post
Edy Rahmayadi Mau Ubah Citra Terminal Sarang Preman

Edy Rahmayadi Mau Ubah Citra Terminal Sarang Preman

Discussion about this post

Recommended

Tim Survei Balai Veteriner Medan Teliti Sampel Hewan Terindikasi PMK di Madina

Tim Survei Balai Veteriner Medan Teliti Sampel Hewan Terindikasi PMK di Madina

4 tahun ago
Penuhi Janji, Pemkab Madina Fasilitasi Ibadah Umrah Empat Pemenang MTQ

Penuhi Janji, Pemkab Madina Fasilitasi Ibadah Umrah Empat Pemenang MTQ

2 tahun ago

Popular News

  • Menaklukkan Aspal Sumatera, Ini Jalur Mudik Terbaik dari Jakarta ke Bukittinggi

    Menaklukkan Aspal Sumatera, Ini Jalur Mudik Terbaik dari Jakarta ke Bukittinggi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketua Yayasan SPS Soroti Ketidakjelasan Regulasi Program MBG di Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polda Sumut Sita Dua Ekskavator Tambang Emas Ilegal di Siabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Pasangan Mesum Terjaring Razia di Kamar Hotel Padangsidimpuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sikat Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Madina-Tapsel, Polda Sumut Amankan 12 Ekskavator

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025