• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, April 1, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

28 Ekor Hewan Ternak di Madina Terpapar Penyakit Mulut dan Kuku

by Redaksi
Rabu, 15 Juni 2022
0 0
0
Siar Nasution Sebut Hewan Ternak yang Terjangkit PMK Aman Dikonsumsi

Petugas Dinas Pertanian dan Peternakan Madina memeriksa kesehatan hewan ternak menjelang Hari Raya Idul Adha. (FOTO: STARTNEWS/ERWIN SALEH)

ADVERTISEMENT

Medan, StartNews Sebanyak 28 ekor hewan ternak di Mandailing Natal (Madina) terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). Jumlah itu terbilang relatif lebih sedikit jika dibanding dengan jumlah hewan ternak yang terjangkit PMK di kabupten/kota lainnya di Sumatera Utara.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut Azhar Harahap mengungkapkan berdasarkan data terbaru, penularan PMK terbanyak ada di Kabupaten Batubara (4.081 ekor), Deliserdang (1.396 ekor), Langkat (1.205 ekor), Serdangbedagai (498 ekor), Asahan (437 ekor), Simalungun (60 ekor), Madina (28 ekor), Labuhanbatu Selatan (17 ekor), Tapanuli Selatan (13 ekor), Padanglawas Utara (11 ekor), Kota Medan (137 ekor), Padangsidimpuan (73 ekor), Binjai (28 ekor), dan Pematangsiantar (3 ekor).

Azhar Harahap menyebutkan berdasarkan hasil monitoring, jumlah penularan PMK mencapai 7.987 ekor, dengan tingkat kematian nihil sejak sepekan terakhir atau tetap berjumlah 10 ekor (anakan). Sedangkan tingkat penyembuhan diperkirakan hingga 60 persen di setiap daerah.

Ada 14 kabupaten/kota yang sudah terpapar. Penyebaran paling tinggi dan cepat itu di Kabupaten Batubara (4.081 kasus). Namun, ini disebabkan kondisi pemeliharaan ternak di sana umumnya digembala di tengah perkebunan dan tidak dikandangkan, sehingga penularannya cepat sekali, kata Azhar dalam rapat koordinasi (rakor) penanganan PMK bersama unsur Forkopimda Sumut dan dinas terkait di kabupaten/kota, di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (14/6/2022).

Secara khusus, Azhar membeberkan langkah penanganannya, yakni dengan membentuk tim pengendalian di empat zona. Caranya, menangani ternak yang sakit langsung di lapangan, karena sistemnya pengembalaan. Untuk tingkat penyembuuhan, sudah mencapai 48 persen dari jumlah yang terpapar.

Untuk menjawab isu tentang ketiadaan obat-obatan, Azhar mengatakan pihaknya telah berkoordinasi langung dengan para distributor. Hasilnya, ketersediaan obat-obatan masih mencukupi untuk upaya penanganan hewan ternak yang terkena PMK. Sembari menunggu upaya pengadaan vaksin dari Kementan.

Selain itu, untuk persiapan memasuki Hari Raya Idul Adha yang diperkirakan pada 10 Juli 2022, pemerintah menegaskan seluruh hewan ternak yang akan dikurbankan harus mendapat SKKH dari dokter hewan yang teregistrasi Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional yang Terintegrasi Indonesia (iSIKHNAS). Mengingat ada temuan upaya dugaan mengeluarkan surat keterangan tersebut dari pihak yang tidak memiliki kompetensi seperti peternak maupun kepala dinas.

Khusus penanganan ternak hewan kurban, Pak Gubernur sudah menyampaikan surat edaran ke seluruh kabupaten/kota tentang tata cara penanganan hewan kuran fase PMK. Pertama, bagaimana tata cara pemotongan kurban, syarat yang diberlakukan seperti pembersihan dan penanganannya. Akan disosialisasi kepada camat dan kepala desa/lurah, sehingga sampai kepada panitia kurban, paparnya.

Sementara Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Afifi Lubis yang memimpin rakor tersebut menekankan agar seluruh kabupaten/kota melalui dinas terkait dapat memaksimalkan upaya penanganan dengan mengefektifkan satuan tugas (satgas) yang ada di daerah.

Di antaranya, pengetatan lalu lintas ternak hingga melarang ternak keluar masuk wilayah provinsi, memastikan hewan dalam keadaan sehat sebelum dilakukan jual beli melalui surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) serta melakukan pemeriksaan rutin/berkala.

Mengingat saat ini kita akan menghadapi momen Idul Adha, Hari Raya Kurban. Sehingga kebutuhan hewan kurban tentu meningkat. Karenanya, seluruh pihak terkait diharapkan berperan aktif melakukan penanganan serta pengawasan, ujarnya.

Reporter: Sir

Tags: Hewan TernakmadinaPenyakit Mulut dan KukuPMK
ShareTweet
Next Post
Nawal Lubis Supervisi Program TP PKK Mandailing Natal

Nawal Lubis Supervisi Program TP PKK Mandailing Natal

Discussion about this post

Recommended

Polisi Dalami Ledakan Bom di Rumah Orangtua Veronica Koman

Polisi Dalami Ledakan Bom di Rumah Orangtua Veronica Koman

4 tahun ago

Patuan Mandailing Siapkan Konsolidasi Bahas Tanah Ulayat di Madina

2 minggu ago

Popular News

  • Ini Pengganti Dua Kadis dan Satu Kaban di Pemkab Madina yang Undur Diri

    Ini Pengganti Dua Kadis dan Satu Kaban di Pemkab Madina yang Undur Diri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala BKPSDM Madina Ungkap Alasan Dua Kadis dan Satu Kaban Undur Diri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Malapraktik, Keluarga Pasien yang Tangannya Diamputasi Somasi RS Permata Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pletan Berupaya Mengisi 45 Persen Ceruk Pasar Ikan Lele di Bali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Maryam Damim, Tukang Gubah Masjid dan Gonjong Naik Haji

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025