• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, Agustus 17, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Kemarau Bikin Tanah Kerontang, Petani di Kotanopan Terancam Gagal Tanam

by Redaksi
Rabu, 6 April 2022
0 0
0
Kemarau Bikin Tanah Kerontang, Petani di Kotanopan Terancam Gagal Tanam

FOTO: STARTNEWS/LOKOT HUSDA LUBIS.

ADVERTISEMENT

Kotanopan, StartNews Musim kemarau yang hampir sebulan melanda wilayah Kotanopan dan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada umumnya menyebabkan areal persawahan di wilayah ini kering kerontang. Kalau kondisi ini terus berlangsung beberapa hari kedepan, dikhawatirkan petani akan gagal tanam di wilayah ini.

Pantauan di lapangan, ada beberapa wilayah di Kotanopan yang areal persawahannya kering kerontang akibat air dari saluran irigasi tidak lagi mengalir karena debit air di sungai mengecil. Padahal, seharusnya saat ini musim tanam sudah di mulai. Namun, mengingat air tidak masuk, areal persawahan menjadi kering dan bibit padi di persemaian pun menguning.

Seperti di sebagian wilayah Saba Sabarang Desa Muara Soro dan Saba Lombang Desa Hutabaringin. Kondisi di areal persawahan ini sama sekali belum pernah dialiri air. Bahkan, sebagain areal persawahan ada yang belum dicangkul dan sebagian lagi siap tanam. Namun, mengingat tidak ada air, bibit padi yang sudah berumur sebulan lebih mulai menguning dan terpaksa harus disiram pagi dan sore hari.

Masrah Nasution, salah seorang petani di Saba Lombang Desa Hutabaringin, mengatakan umur bibit padinya sudah hampir sebulan. Namun, sampai saat ini belum ditanam. Bahkan, karena ketiadaan air, bibit padi sudah mulai menguning di persemaian. Pagi dan sore dia harus menyiram bibit padi di areal persemaian. Sedangkan lahan untuk tempat tanam bibit ini kondisinya sudah kering kerontang.

Hal yang sama juga terjadi di areal persawahan Saba Sinambal, Saba Julu, dan Saba Jae Desa Sabadolok. Di lokasi ini, kondisi tanah sudah kering kerontang disebabkan debit air tidak mengalir lagi dari saluran irigasi. Kondisi ini sudah berlangsung hampir sebulan. Sedangkan bibit padi yang usianya dua pekan lebih di areal persemaian terpaksa harus disiram pagi dan sore.

Zukri Lubis, warga Sabadolok yang bertani di kawasan Saba Julu mengatakan, keringnya areal persawahan ini sudah hampir satu bulan akibat Sungai Asahan mengering dan tidak mampu lagi mengairi Saba Julu dan Saba Jae.

Dia mengatakan bibit padi yang sudah berumur dua pekan lebih harus disiram pagi dan sore, karena kondisinya sudah mulai menguning. Kalau air tidak masuk beberapa hari kedepan, dikhawatirkan bibit padi tidak akan bisa ditanam lagi dan tentunya gagal tanam untuk musim ini akan terjadi.

Dia menambahkan, andai terjadi gagal tanam, pihaknya terpaksa mengalihkan ke tanaman lain. Misalnya, tanam jagung dan kacang. Namun, menurut dia, situasi panas seperti ini sangat sulit untuk ditanam, karena kondisi tanah sudah retak dan kering.

Saat ini, petani hanya menunggu keajaiban turunnya hujan di wilayah ini agar debit air bisa naik. Kondisi tanah sudah kering kerontang, air sudah terlalu lama tidak masuk ke areal persawahan. Sedangkan bibit padi di persemaian sudah ada yang berumur sebulan. Upaya terakhir yang bisa dilakukan petani adalah menyiram bibit padi di persemaian agar tidak mati.

Reporter: Lokot Husda Lubis

Tags: Gagal TanamKemarauKotanopanPetaniTanah Kerontang
ShareTweet
Next Post
Pakai Masker, Ada Operasi Yustisi di Depan Mapolsek Panyabungan

Pakai Masker, Ada Operasi Yustisi di Depan Mapolsek Panyabungan

Discussion about this post

Recommended

Kafilah Madina Ikut MTQH Tingkat Provinsi di Medan, Ini Pesan Atika

Kafilah Madina Ikut MTQH Tingkat Provinsi di Medan, Ini Pesan Atika

3 tahun ago

Update Data Percepatan Penanganan Covid-19 Madina per 9 April 2020

6 tahun ago

Popular News

  • Praktisi Hukum Desak Kejaksaan Usut Aktor Utama Dugaan Korupsi Smart Village

    Praktisi Hukum Desak Kejaksaan Usut Aktor Utama Dugaan Korupsi Smart Village

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Tapsel Dorong Transformasi Mustahik Jadi Muzakki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 4.843 Warga Tapanuli Tengah Masih Mengungsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026