Medan, StartNews Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) Ahmad Hadian meminta pemerintah mencari solusi permanen jangka panjang untuk mengatasi mahalnya harga pupuk. Dia menilai tingginya harga pupuk pada awal tahun ini harus segera diatasi secara komprehensif.
Pemerintah jangan hanya seperti pemadam kebakaran yang bertindak sementara. Harus dipikirkan solusi permanen jangka panjang bagi permasalahan ini, kata Ahmad Hadian, Selasa (18/1/2022).
Ahmad Hadian yang juga Sekretaris Komisi B DPRD Sumut ini telah melakukan kunjungan ke UPT Balai Induk Benih Padi Tanjung Morawa. Selain meninjau lapangan, dia juga berdiskusi secara intens bersama Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara Bahruddin Siregar dan Kepala UPT Balai Induk Benih Padi Tanjung Morawa Bahrul Jamil, terkait pemanfaatan UPT tersebut bagi industri pertanian padi kedepan.
Menurut Sekretaris Fraksi PKS ini, mahalnya harga pupuk ini ternyata diakibatkan oleh berkurangnya pasokan bahan baku pupuk kimia dari luar negeri, selain naiknya harga gas di pasaran. Ini membuat harga pupuk menjadi sangat mahal, ungkapnya.
Oleh sebab itu, ujar Hadian, perlu segera diambil langkah-langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan negara terhadap bahan-bahan baku pupuk kimia dari luar negeri.
Cara yang harus ditempuh, antara lain, dengan kebijakan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pertanian, untuk secara bertahap mengalihkan penggunaan pupuk kimia kepada pupuk organik, tuturnya.
Untuk menyukseskan program ini, Hadian berharap adanya kebijakan nasional dan regional dalam mengoptimalkan anggaran guna menyiapkan para petani.Dia meminta Dinas Tanaman Pangan kedepan lebih mengonsentrasikan anggaran untuk bantuan alat-alat pembuatan pupuk organik, pelatihan pembuatan pupuk organik, dan meningkatkan penyuluhan tentang pengolahan lahan pra-tanam agar petani mampu mengaplikasikan sistem organik ini pada proses budidaya.
Hadian secara khusus juga meminta Kepala UPT Balai Induk Benih Padi Tanjung Morawa agar menjadikan balai ini sebagai lahan percontohan penggunaan pupuk organik.
Dengan demikian, jika ada contohnya diharapkan petani akan bersedia mengadopsi teknologi pupuk organik ini, sebutnya.
Menurut Hadian, penggunaan pupuk organik selain akan melepaskan ketergantungan Indonesia terhadap pupuk kimia yang bahan bakunya harus diimpor dari luar negeri, juga akan menjadikan rakyat Indonesia lebih sehat karena mengonsumsi hasil pertanian organik.
Sumber: RRI





Discussion about this post