• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, Maret 10, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Dua Tokoh Pendidikan dari Mandailing Layak Ditetapkan Pahlawan Nasional

by Redaksi
Kamis, 2 September 2021
0 0
0
Dua Tokoh Pendidikan dari Mandailing Layak Ditetapkan Pahlawan Nasional
ADVERTISEMENT

Panyabungan, StartNews Komunitas Ikatan Pemuda Mandailing meminta Presiden Jokowi menetapkan dua tokoh pendidikan dari Mandailing Natal (Madina) menjadi pahlawan nasional. Kedua tokoh ini adalah pendiri Pondok Pensantren Mustafhawiyah Purbabaru Syeikh Mustafa Husein Nasution dan Willem Iskandar gelar Sutan Sati Nasution.

Ketua Ikatan Pemuda Mandailing Tan Gozali menyatakan kedua tokoh tersebut sudah memberikan sumbangsih untuk bangsa ini sebagai pelopor pendidikan Boemi Poetra sebelum kemerdekaan. Untuk itu, dia berharap Presiden Jokowi mengangkat kedua tokoh ini menjadi pahlawan nasional RI.

“Kedua tokoh tersebut berjasa besar dalam hal mempelopori pendidikan, khususnya di Pulau Sumatera, bahkan Indonesia,” kata Tan Gozali di Desa Purbabaru, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Mandina, Kamis (2/9/2021).

Meski berbeda tahunnya, keduanya sama-sama pendiri sekolah pertama untuk Bumi Putera di Sumatera bagian utara yang sekarang di lokasinya didirikan SMA Tanobato (SMAN 1 Panyabungan Selatan). Pendirian sekolah ini wujud penghargaan pemerintah pusat. Sebab, mulai peletakan batu pertama hingga peresmiannya dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Nasional.

“Uniknya kedua sekolah itu didirikan di kampung yang sama, kampung kecil, yaitu Kampung Tanobato di kaki Gunung Sorik Marapi, Mandailing,” katanya.

Willem Iskandar juga mendirikan sekolah guru (kweekschool) pertama untuk bumi putera di Tanobato, Mandailing Natal, Sumatera Utara pada tahun 1862, jauh sebelum Ki Hadjar Dewantara mendirikan Taman Siswa pada tahun 1922.

“Kenapa disebut sekolah yang didirikan Willem Iskandar ini sebagai sekolah guru pertama untuk bumi putera di Indonesia. Karena memang sebelum sekolah ini didirikan, sudah ada juga sekolah guru di Indonesia yang didirikan Belanda, yaitu Kweekschool Surakarta (1851) dan Kweekschool Fort de Kock, Bukittinggi (1856),” katanya.

“Tapi, kedua sekolah ini hanya menerima murid dari kalangan bangsawan dan orang Belanda (Eropa). Lain dengan Kweekschool Tanobato (1862) yang didirikan Willem Iskandar, terbuka untuk semua kalangan masyarakat,” imbuhnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, murid-murid Kweekshool Tanobato inilah yang kemudian menyebar dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa di seantero Sumatera bagian utara.

“Mungkin itu jugalah sebabnya kenapa di awal-awal masa perjuangan kemerdekaan kita, banyak tokoh penting dari Mandailing. Hal ini karena mereka sudah tercerdaskan lebih dahulu dari segi pendidikan apabila dibanding di daerah-daerah lain,” ujarnya.

Sementara Syeik Musthafa Husein juga mendirikan Pondok Pesantren Musthafawiyah di Tanobato pada tahun 1912, setelah terjadi banjir bandang pada waktu itu kemudian pindah ke Kampung Purbabaru.

Pondok Pesantren Musthafawiyah disebut-sebut sebagai salah satu pondok pesantren tertua di Pulau Sumatera. Murid Syeikh Musthafa Husein juga menyebar ke berbagai daerah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau.

“Sehingga, di awal-awal masa perjuangan kemerdekaan, banyak tokoh agama Islam yang berasal dari Mandailing. Bahkan, orang-orang Mandailing yang merantau ke Tanah Deli, Medan (Sumatera Timur). Di tanah perantauannya banyak yang kemudian menjadi tokoh agama, adat, budayawan, akademisi, dan cendikiawan Muslim untuk tingkat nasional,” pungkasnya.

Reporter: Hasmar Lubis

Tags: Pahlawan NasionalPemuda MandailingSyekh Mustafa Huseinwillen Iskandar
ShareTweet
Next Post
Cegah Sebaran Covid-19, Pemuda Lira Madina Bagikan Masker ke Pengendara

Cegah Sebaran Covid-19, Pemuda Lira Madina Bagikan Masker ke Pengendara

Discussion about this post

Recommended

Pemkab Madina Gelar Karnaval Budaya untuk Rayakan HUT ke-78 Kemerdekaan RI

Pemkab Madina Gelar Karnaval Budaya untuk Rayakan HUT ke-78 Kemerdekaan RI

3 tahun ago
Perampok Spesialis Nasabah Bank yang Ditangkap Polda Sumut Pernah Beraksi di Malaysia

Perampok Spesialis Nasabah Bank yang Ditangkap Polda Sumut Pernah Beraksi di Malaysia

2 tahun ago

Popular News

  • Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel-Madina Beromzet Rp1,5 Miliar per Hari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Penjelasan Wakapolda Sumut Terkait Penertiban PETI di Perbatasan Tapsel-Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketua Yayasan SPS Soroti Ketidakjelasan Regulasi Program MBG di Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HUT Ke-27 Madina, Bupati Soroti 1.200 Km Jalan Rusak dan Isu Mundurnya 6 Kepala OPD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menaklukkan Aspal Sumatera, Ini Jalur Mudik Terbaik dari Jakarta ke Bukittinggi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025