Wakil Bupati Tapsel Jafar Syahbuddin Ritonga mengajak 1.700 santri berperang melawan narkoba, judi online, dan kemiskinan saat Hari Santri 2026.
Tapsel, StartNews — Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Jafar Syahbuddin Ritonga mengajak sekitar 1.700 santri dan keluarga besar pondok pesantren untuk berperan aktif memberantas narkoba, judi online, dan kemiskinan.
Jafar menyampaikan ajakan itu saat memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 di Lapangan SMP Negeri 1, Desa Pargarutan Tonga, Kecamatan Angkola Timur, Kamis (22/10/2026).
Upacara bertema ‘Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas’ itu dihadiri perwakilan dari 35 pondok pesantren se-Tapsel.
Jafar menegaskan pemulihan Tapsel pascabencana hidrometeorologi November 2025 yang menerpa 14 dari 15 kecamatan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk pesantren.
Pemulihan tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik, melainkan juga penguatan ekonomi dan pembangunan karakter sumber daya manusia.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Bapak Bupati, saya mengajak seluruh santri dan pemangku kepentingan pesantren untuk bersama-sama membangun kembali Tapanuli Selatan. Kita ingin Tapsel pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat,” ujar Jafar.
Jafar memaparkan, pertumbuhan ekonomi Tapsel yang sempat merosot hingga 2 persen akibat bencana kini telah bangkit mendekati angka sebelum bencana sebesar 5,75 persen.
Untuk menjaga tren positif tersebut, Pemkab Tapsel menetapkan tiga komitmen yang membutuhkan dukungan dari komunitas pesantren.
Mengenai ancaman narkoba dan judi online, Jafar mengingatkan dampak fatal keduanya terhadap masa depan generasi muda dan ketahanan ekonomi keluarga. Dia menyoroti data riil keterjeratan finansial digital warga Tapsel serta menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik judi online.
”Saya berharap tidak ada santri yang terlibat narkoba. Kita harus menjaga anak-anak kita agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, berakhlak, dan memiliki masa depan,” tegasnya.
Terkait pengentasan kemiskinan, Pemkab Tapsel mendorong program pemberdayaan ekonomi produktif seperti KUR Berkah bunga nol persen untuk komoditas kopi dan jagung, penanaman bawang putih, hingga program Seribu Kolam perikanan.
Jafar meminta dinas terkait agar memprioritaskan pondok pesantren sebagai pusat kemandirian ekonomi masyarakat.
Selain menyampaikan pesan daerah, Jafar turut membacakan amanat Menteri Agama RI Nasaruddin Umar yang menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemandirian bagi santri dalam mengisi kemerdekaan.
Reporter: Lily Lubis





Discussion about this post