Anak-anak di Desa Tambangan Tonga tampak bahagia bermain permainan tradisional tanpa gadget. Inilah kegiatan program Wisata Permainan Leluhur yang makin mengakar di Kecamatan Tambangan.
Tambangan, StartNews – Anak-anak Desa Tambangantonga, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), tampak antusias dan ceria mengikuti berbagai permainan tradisional dalam ajang Wisata Permainan Leluhur (Witapermainur) yang digelar di halaman Kantor Desa Tambangan Tonga, Minggu (20/9/2026) pagi.
Kegiatan kolaboratif yang dikoordinasikan Pemerintah Desa (Pemdes) Tambangan Tonga bersama ibu-ibu PKK dan kader kesehatan desa ini sukses mengalihkan perhatian anak-anak dari layar telepon seluler ke interaksi dunia nyata yang penuh canda tawa.
Rangkaian kegiatan edukatif dan rekreatif ini dimulai sejak pagi hari dengan senam kebugaran. Terlihat puluhan anak-anak berbaris di halaman depan Kantor Kepala Desa Tambangan Tonga, mengangkat tangan ke atas dan melakukan peregangan bersama-sama.

Setelah fisik mereka bugar, panitia langsung mendistribusikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang diolah dari bahan alami dan bergizi untuk menjaga stamina anak-anak.
Suasana semakin riuh dan hangat ketika memasuki sesi kreativitas. Seorang ibu yang mengenakan kerudung cokelat, yang merupakan bagian dari tim penggerak desa, tampak telaten membagikan sesuatu kepada kerumunan anak-anak yang duduk lesehan di tanah sambil memangku papan styrofoam bergambar.
Beberapa orangtua pun mengambilkan media styrofoam untuk buah hati mereka. Tidak lama berselang, anak-anak itu dengan bangga mengangkat dan memamerkan hasil karya mewarnai mereka yang penuh warna-warni, menampilkan berbagai karakter kartun kesukaan mereka tepat di depan spanduk peringatan Hari Kemerdekaan di kantor desa.

Keceriaan memuncak saat anak-anak mulai mengeksplorasi permainan fisik warisan leluhur. Di salah satu sudut jalan desa, tiga anak laki-laki terlihat begitu terampil dan sumringah saat menjaga keseimbangan berjalan menggunakan egrang bambu. Selain egrang, sorak-sorai juga terdengar dari area permainan congklak dan engklek. Selama kegiatan berlangsung, anak-anak bermain dan berinteraksi aktif tanpa sedikit pun terpaku pada gadget.
Keberhasilan acara ini tidak lepas dari semboyan kuat yang digaungkan, yakni “Marmayam Keta, Mar HP Emma Jolo” yang mengajak anak-anak untuk mengutamakan bermain bersama ketimbang menggunakan telepon seluler.

Kepala Desa Tambangan Tonga Samsul Bahri Nasution menekankan pentingnya peran aktif lingkungan keluarga.
“Harapannya kegiatan ini harus berkelanjutan. Para orangtua ikut mendorong kegiatan seperti ini, karena mengingat betapa pentingnya anak-anak kita untuk mendapat perhatian agar tidak terpaku pada HP demi menyelamatkan anak-anak kita dari bahaya gadget,” ujar Samsul.
Melalui Witapermainur, Pemerintah Desa Tambangan Tonga membuktikan bahwa menciptakan ruang bermain yang sehat dan mengenalkan kembali warisan leluhur adalah penawar yang efektif untuk menjaga generasi muda dari dampak negatif dunia maya.
Reporter: Sir




Discussion about this post