Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution mengajak masyarakat untuk berhenti menggoreng isu receh terkait pidato Presiden Prabowo dan kembali fokus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Ulupungkut, StartNews – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menyoroti dinamika media sosial yang kini terlalu riuh membahas kekhilafan minor dalam pidato Presiden Prabowo Subianto terkait upah mengupas bawang.
Atika menyayangkan sikap publik yang justru mengabaikan poin-poin penting program pemerintah hanya karena terfokus pada kekeliruan pengucapan angka. Itu sebabnya, dia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk introspeksi diri dan menyikapi hal itu dengan bijak.
“Kita hari ini banyak sekali larut dalam kesalahan orang, terutama pidato Presiden Prabowo yang menyatakan 700.000 rupiah upah mengupas bawang,” kata Atika pada acara penanaman bibit bawang putih di Desa Habincaran, Kecamatan Ulupungkut, Rabu (19/8/2026).
Menurut dia, dalam satu setengah jam pidato Presiden Prabowo, banyak orang luput menyimak program-program yang baik.
“Malah kita fokus pada kesalahan-kesalahannya. Jadi, mohon kita ini introspeksi diri. Tidak perlulah kita fokus pada kesilapan yang tidak ada korelasi langsung pada kehidupan kita,” katanya.
Menurut Atika, bisa saja Presiden bermaksud menyampaikan 700 perak atau 700 rupiah per kilogram. Hanya saja, mungkin karena bersemangat menyampaikan banyak program, terjadi selip dalam ucapan Presiden.
Lebih lanjut, Atika mengimbau publik agar menyukai narasi-narasi produktif daripada terus memperbesar kekhilafan kecil di ruang digital yang tidak memberikan dampak positif bagi kehidupan sehari-hari.
“Jadi, mohon kepada seluruh masyarakat kita, sudahlah menggoreng-goreng hal receh yang tidak ada korelasi langsung. Sampai ada dibuat meme di media sosial. Sampai ada dibuat lagu. Sampai ada dibuat lowongan kerja, mau resign segala macam. Mari kita fokus pada program yang baik yang sudah ada. Terkadang opportunity ini tidak terulang dua kali hanya karena kita terlalu fokus pada kesalahan ucapan pemimpin kita,” beber Atika.
Selain itu, Atika juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri atas kontribusinya dalam menjaga kedaulatan pangan daerah. Dia menyampaikan terima kasih kepada Kapolri dan jajaran Polres Madina atas inisiatif dan kerja keras yang telah dicurahkan melalui Satuan Tugas Pangan.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolri, melalui Satgas hari ini terwujud kegiatan penanaman bawang putih serentak, yang hanya ada tujuh di Sumatera Utara. Artinya, Mandailing Natal berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan nasional,” ujar Atika.
Reporter: Sir





Discussion about this post