PAKAR mengapresiasi respons cepat Polri dalam penanganan bencana gempa NTT. Kehadiran langsung Kapolri dan pengerahan ratusan personel dinilai sangat membantu.
Jakarta, StartNews – Pemantau Kinerja Aparatur untuk Keadilan Rakyat (PAKAR) mengapresiasi kinerja aparat kepolisian dalam merespons cepat dampak gempa bumi bermagnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Penanganan bencana yang sigap dan efisien dari jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dinilai berdampak besar bagi masyarakat terdampak.
Ketua PAKAR Ikhwan Andi Aziz menilai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama jajarannya telah bekerja maksimal dan cekatan dalam membantu para korban bencana di lapangan sejak hari pertama kejadian.
“Dapat dilihat dari keberadaan Kapolri yang berada di tengah-tengah warga terdampak gempa. Ini membuktikan Kapolri hadir di tengah masyarakat,” kata Ikhwan Andi Aziz pada Rabu (19/8/2026).
Sebagai bentuk kesiapan dan aksi nyata, Kapolri mengerahkan ratusan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) ke Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). Personel ini diterjunkan guna mempercepat proses penanganan darurat serta membantu pemulihan kondisi sosial masyarakat.
Selain pengerahan personel, Polri menyiagakan sejumlah armada udara untuk menjangkau lokasi-lokasi terisolasi yang sulit diakses melalui jalur darat. Armada tersebut diprioritaskan untuk mengangkut kebutuhan logistik warga sekaligus melakukan pemantauan udara secara berkala.
Jaminan pasokan logistik bagi para pengungsi juga terus dipastikan oleh pimpinan Polri. Bantuan yang dihimpun dari berbagai Polda jajaran hingga saat ini telah mencapai total 247,66 ton logistik dasar.
Ikhwan juga menekankan keberhasilan penanganan tanggap darurat ini tak lepas dari kemampuan manajemen waktu yang optimal oleh seluruh jajaran Polri sejak gempa terjadi pada Sabtu (15/8/2026). Bahkan, penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan dasar telah menjangkau wilayah terluar seperti Pulau Palue di Kabupaten Sikka.
“Kapolri dan jajaran melakukan manajemen waktu dengan sangat baik,” tambahnya.
Pada saat yang sama, proses penanganan dampak gempa M 7,7 ini terus berjalan beriringan dengan pembaruan data korban dari lembaga terkait.
Direktur Operasi Basarnas Laksma TNI Yudhi Bramantyo mengatakan data korban jiwa dan luka-luka yang berhasil dihimpun petugas.
“Sampai dengan hari ketiga kemarin, pukul 23.30 WIB, telah kami kompulir, total korban adalah 202 orang, meninggal dunia 70 orang dan luka-luka 132 orang,” ujar Yudhi.
Dari data Basarnas, sebanyak 40 orang mengalami luka berat dan 92 orang luka ringan, dengan fokus operasi saat ini bergeser pada penyisiran akhir serta perkuatan tim medis di kawasan sulit seperti Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur.
Sementara BNPB mencatat adanya 2.119 kali gempa susulan yang diperkirakan akan berangsur stabil dalam kurun waktu dua hingga tiga pekan kedepan.





Discussion about this post