• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

4 Kuliner Ramadan Khas Mandailing yang Bikin Perantau Pengen Pulang

by Redaksi
Jumat, 20 Februari 2026
0 0
0
4 Kuliner Ramadan Khas Mandailing yang Bikin Perantau Pengen Pulang
ADVERTISEMENT

Jelajahi 4 kuliner khas Mandailing yang hanya muncul saat Ramadan. Dari pahitnya Pusuk Otang hingga manisnya Toge Panyabungan, temukan rahasia rasa yang selalu dirindukan.

Panyabungan, StartNews – Begitu hilal dipastikan tegak di ufuk barat, suasana di pasar-pasar tradisional Mandailing Natal (Madina) hingga sudut-sudut kota Medan yang dihuni perantau suku Mandailing mendadak berubah. Bukan sekadar hiruk-pukuk biasa, melainkan aroma asap pembakaran dan legitnya santan yang memicu memori kolektif tentang rumah.

Bagi masyarakat Mandailing, Ramadan bukan hanya soal ibadah, tapi juga tentang kepulangan citarasa. Ada empat kuliner autentik yang seolah memiliki janji suci, yakni mereka hanya muncul atau setidaknya mencapai puncak popularitasnya saat azan magrib berkumandang di bulan suci.

Berikut ini empat primadona kuliner Mandailing yang paling dicari saat Ramadan.

Pusuk Otang (Pucuk Rotan Bakar)

Tidak ada yang lebih ikonik dari Pusuk Otang. Jika biasanya rotan dikenal sebagai bahan furnitur, di tangan orang Mandailing, pucuk rotan muda disulap menjadi hidangan pembuka yang magis.

Prosesnya unik. Rotan dibakar di atas bara api hingga kulit luarnya menghitam, lalu bagian dalamnya yang putih diambil. Rasanya? Ada sensasi pahit yang samar, tapi meninggalkan jejak manis (aftertaste) di tenggorokan.

Pusuk Otang dipercaya mampu meningkatkan nafsu makan setelah seharian berpuasa. Biasanya disantap sebagai lalapan dengan cocolan sambal tuk-tuk yang pedas getir.

Toge Panyabungan

Jangan terkecoh dengan namanya. Di Mandailing, toge bukanlah kecambah, melainkan minuman takjil yang meriah. Toge Panyabungan adalah simfoni rasa manis yang terdiri dari campuran lupis, cenil, tape ketan hitam, candil, dan siraman santan serta gula merah cair.

Keistimewaannya terletak pada tekstur yang beragam—kenyalnya lupis berpadu dengan lembutnya tape—menjadikannya penawar dahaga yang sempurna. Di bulan Ramadan, penjual Toge Panyabungan dadakan akan menjamur di pinggir jalan, menawarkan kesegaran yang sulit ditemukan di bulan-bulan lain.

Ikan Sale (Gulai Asam Pade)

Meskipun Ikan Sale (ikan yang diasapi) bisa ditemukan sepanjang tahun. Namun, saat Ramadan, permintaannya melonjak tajam. Ikan sale—biasanya ikan limbat atau baung—menjadi primadona untuk menu sahur maupun berbuka.

Aroma asapnya yang tajam memberikan karakter kuat pada kuah gulai yang merah membara. Bagi banyak perantau, mencium aroma Ikan Sale saat berbuka adalah obat penawar rindu paling ampuh terhadap suasana kampung halaman di Bumi Gordang Sambilan.

Kue Bongko (Si Lembut Hijau yang Manis)

Jika ada satu takjil yang paling melambangkan kelembutan hati orang Mandailing, itu adalah Kue Bongko. Dibungkus rapi dengan daun pisang, kue ini terbuat dari tepung beras yang dimasak dengan santan dan perasan pandan alami hingga berwarna hijau pucat.

Keunikan Bongko terletak pada teksturnya yang “goyang” alias sangat lembut, berpadu dengan siraman air gula merah (gula aren) yang kental di dalamnya. Menikmati Bongko saat berbuka memberikan sensasi dingin dan nyaman di perut. Di luar bulan Ramadan, kue ini cukup sulit ditemukan karena proses pembuatannya yang membutuhkan ketelatenan tinggi.

Ramadan di tanah Mandailing bukan sekadar menahan lapar, melainkan merayakan warisan leluhur melalui lidah. Empat makanan ini menjadi pengikat silaturahmi, pengingat akar budaya, dan tentu saja, alasan mengapa Ramadan selalu terasa lebih berisi bagi mereka yang menggemari citarasa tradisional.

Reporter: Sir

Tags: KulinerMandailingPerantauPulangRamadan
ShareTweet
Next Post
Pemprov Sumut Buka Kesempatan Magang ke Jepang, Cek Syarat dan Jalurnya

Pemprov Sumut Buka Kesempatan Magang ke Jepang, Cek Syarat dan Jalurnya

Discussion about this post

Recommended

Dikebumikan di Halaman Masjid Al Musanif, Ini Deretan Penghargaan untuk H. Anif

Dikebumikan di Halaman Masjid Al Musanif, Ini Deretan Penghargaan untuk H. Anif

4 tahun ago
Dukung Perbup Salat Berjamaah, GPI Madina Minta Bupati Bentuk Tim Safari Subuh

Dukung Perbup Salat Berjamaah, GPI Madina Minta Bupati Bentuk Tim Safari Subuh

3 tahun ago

Popular News

  • Kembalikan Marwah Masjid Agung, Bupati Madina Pindahkan Acara Pemerintah ke TRB

    Kembalikan Marwah Masjid Agung, Bupati Madina Pindahkan Acara Pemerintah ke TRB

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • THR ASN, TNI, Polri Cair Pekan Depan, Cek Rincian Komponennya di Sini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perseteruan Panas Bos WiFi vs Wartawan di Madina Berujung Aksi Saling Lapor Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Kurir Ganja dari Madina Tertangkap di Tapsel Gegara Ban Sepeda Motor Bocor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Madina Kukuhkan Pengurus Masjid Agung Nur Ala Nur, Ini Nama-namanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025